April 2007, dalam konteks upaya reintegrasi pasca-konflik di Aceh yang didukung oleh IOM melalui layanan Pelayanan Informasi, Konseling, dan Rujukan (PIKR/ICRS), Timang berkontribusi dengan menyelenggarakan pelatihan mata pencaharian selama tiga hari di Aceh Besar bagi sekitar 30 mantan kombatan. Pelatihan ini berfokus pada literasi keuangan dasar, pembukuan sederhana, dan pengenalan pemasaran untuk mendukung penguatan penghidupan dan reintegrasi sosial-ekonomi.
didukung oleh IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi) melalui inisiatif Pelayanan Informasi, Konseling, dan Rujukan (PIKR/ICRS) di Aceh pada tahun 2007.
Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan dan pencemaran sumber air bersih, terutama sumur rumah tangga dan sistem air skala kecil. Banyak warga kehilangan akses terhadap air aman selama masa darurat dan awal pemulihan, meningkatkan risiko kesehatan dan beban rumah tangga.
Menanggapi kondisi tersebut Timangmelaksanakan intervensi WASH pada periode Januari–Februari 2026 untuk memulihkan akses air bersih di wilayah terdampak. Kegiatan difokuskan pada pemasangan sistem penyediaan air dan rehabilitasi sumur berdasarkan asesmen lapangan, koordinasi dengan pemerintah setempat, serta masukan masyarakat.
Selama pelaksanaan, empat unit sistem air statis dan satu unit sistem air bergerak (mobile) dioperasikan berkeliling di beberapa desa prioritas, serta 34 sumur yang rusak dan tercemar dibersihkan dan direhabilitasi, terutama di Kampung Lintang Bawah yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi. Cakupan kegiatan ini disesuaikan dari rencana awal agar lebih responsif terhadap kondisi lapangan tanpa mengubah tujuan utama intervensi.
Meskipun menghadapi kendala akses akibat lumpur dan kerusakan lingkungan, serta tantangan pemahaman masyarakat terkait penggunaan air aman, keterlibatan aktif warga—termasuk perempuan dan anak muda—mendukung kelancaran pelaksanaan. Intervensi ini berkontribusi pada pemulihan akses air bersih, pengurangan ketergantungan pada sumber air tidak aman, dan penguatan kondisi kesehatan masyarakat pada fase awal pemulihan pasca-banjir.
didukung oleh Kyeema Foundation melalui mekanisme Humanitarian Relief Fund
Selain kegiatan yang didukung oleh Kyeema Foundation, TIMANG juga menerima dukungan dari para donatur individu yang memungkinkan organisasi untuk bergerak cepat pada fase awal tanggap darurat. Pada minggu kedua setelah banjir, donasi dari masyarakat digunakan untuk membeli dan mendistribusikan logistik bagi keluarga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
TIMANG juga menerima donasi yang dihimpun oleh Khadijah Madihi bersama teman dan keluarganya di Singapura. Dukungan ini memungkinkan pelaksanaan kegiatan lanjutan berupa pembersihan 32 sumur, penyelesaian satu sumur bor, serta pembangunan satu fasilitas sumur bor lengkap dan siap digunakan oleh masyarakat di Kampung Perdamaian, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, donasi tersebut juga mendukung pembangunan dua fasilitas sumur bor kedalaman menengah di Gampong Seumanah Jaya, Kabupaten Aceh Timur, untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat setempat serta pembangunan dua fasilitas sumur bor kedalaman menengah masing-masing di Gampong Beuringen dan Gampong Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya
Didukung Yayasan HAkA, Timang dengan mekanisme Cash for Work (CfW) membersihkan 80 sumur di Gampong Meunasah Jaya, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya